Aug 10, 2009

New Fortuner Launching Diesel G A/T


PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen tunggal pemegang merek Toyota di Indonesia segera merilis New Fortuner pada pekan kedua bulan ini. Hal ini diutarakan Marketing Public Relations TAM Rouli Sijabat kepada KOMPAS.com, Jumat (31/7).

"Untuk tempat (peluncuran) masih tentatif, kalau enggak 11 atau 12 Agustus 2009 ini lah," paparnya.

Saat ini, salah satu sport utility vehicle (SUV) ditawarkan dalam tiga varian utama yakni 4x2 G A/T bensin, 4x2 G M/T diesel, dan 4x4 V A/T bensin. Perubahan yang dilakukan pada produk ini hanya bersifat minor change tanpa ada ubahan ekstrim.

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2009, hasil pabrikan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ini telah terjual 3.120 unit dengan rincian 2.952 di segmen 4x2 SUV dan 166 unit di 4x4 SUV.

Saat ini, Fortuner dibandrol dengan harga Rp359,6 juta hingga RpRp416,7 juta per unit (on the road) Jakarta. TAM masih merahasiakan perubahan yang dilakukan pada SUV menengahnya ini.

Aug 9, 2009

PRIUS being A Favourite of Car


Prestasi Prius sebagai mobil hibrida paling irit di dunia saat ini diperoleh dari hasil rekayasa dan rancangan yang sangat matang, cermat, dan ditangani secara khusus oleh ahli, insinyur, dan desainer Toyota dari berbagai disiplin ilmu. Hal itu dibuktikan, kendati merek lain menggunakan teknologi hibrida Toyota yang disebut dengan Hybrid Synergy Drive (HSD), tetapi ternyata belum bisa menyamai Prius.

Sebagai contoh, Prius Generasi-3 dengan kapasitas mesin lebih besar, 1,8 liter, konsumsi bahan bakarnya justru lebih irit dari pendahulunya yang menggunakan mesin 1,5 liter. Semua itu berkat pengembangan yang dilakukan secara khusus oleh Toyota. Tak kalah menarik, Prius Gen-3 memiliki 1.000 lebih paten.

Sebagai contoh, penggerak utama yang digunakan Prius, mesinnya bekerja dengan siklus yang disebut Atkinson. Adapun mesin konvensional yang menggunakan bahan bakar bensin atau menggunakan sistem pemicu pembakaran busi bekerja dengan siklus Otto. Dengan siklus Atkinson, mesin bekerja lebih efisien dan juga rendah emisi karbon dioksidanya.

Hebatnya, siklus Atkinson tidak diadopsi begitu saja dari aslinya. Namun, Toyota memadukannya dengan teknologi VVT-i. Dengan demikian, konstruksi mesin tidak serumit asli Atkinson.

Paling aerodinamis. Ciri khas Prius adalah desain bodinya. Di depan landai dan rata, sedangkan di belakang, landai dan terpancung. Tak hanya permukaan luar bodi yang mendapatkan perhatian, tetapi juga kolong.

Karena itulah, Prius Gen-3 merupakan mobil yang harus mengalami tes paling lama di terowongan angin dibandingkan produk Toyota lainnya. Untuk mendapatkan mobil yang efisien, rendah hambatan anginnya, para ahli aerodinamika Toyota fokus mencari bentuk bodi, permukaan kolong dan garis-garis atau lekukan fender yang efisien.

Aliran udara di kolong dipelajari secara ekstensif. Para insinyur Toyota mengubah bentuk garis-garis atau lekukan fender dan permukaan kolong depan berulang-ulang, juga menambahkan sirip pada tutup kolong belakang. Tujuannya untuk meningkatkan stabilitas.

Dengan perhatian yang sangat tinggi pada aerodinamis, coefficient of drag atau Cd dari mobil ini merupakan yang terendah di dunia saat ini untuk produk massal atau sudah digunakan di jalan, yaitu 0,25. Adapun Prius Gen-2, Cd-nya 0,26.

Efisiensi energi. Efisiensi konversi energi mendapatkan perhatian khusus pada mobil ini. Sebagai contoh, sistem AC Prius merupakan yang pertama di dunia menggunakan tenaga langsung dari baterai dan dapat dioperasikan dari jarak jauh. Dengan demikian, pengemudi bisa menyetel suhu di interior sebelum masuk ke dalam mobilnya. Pada mobil sekarang, AC dioperasikan oleh tenaga langsung dari mesin.

Tak hanya itu, untuk mengurangi pemakaian tenaga mesin, digunakan lampu LED (light emitting diode) untuk lampu dekat, lampu belakang, dan lampu rem. Tambahan lain, sistem resirkulasi panas gas buang digunakan untuk memanaskan mesin saat dihidupkan di pagi hari.

Semua yang dijelaskan di atas baru sebagian kecil dari pengembangan dan keunggulan teknologi Prius Gen-3. Untuk lebih lengkapnya, akan dibahas berbagai hal tentang Prius pada tulisan berikutnya. Karena banyaknya pengembangan dan teknologi baru pada Prius, pantaslah Toyota Astra Motor gencar pula melakukan sosialisasi mobil ini.

Aug 8, 2009

New Camry 2009

Sedan kelas menengah (mid-size) dari Toyota, yaitu Camry yang juga dikenal sebagai mobil menteri pada kabinet pemerintahan Indonesia sekarang ini, kini telah berganti wajah.

Memang tidak banyak yang dipoples, namun cukup membuat penampilan New Camry (namanya berasal dari kata “Canmuri” dalam bahasa Jepang berarti “Mahkota”), lebih dinamis tanpa mengorbankan kesan eksklusifnya.

Polesan paling kentara adalah lampu dan bumper depan depan, lampu belakang belakang. Gril radiator menurut Toyota berubah. Namun tidak terlalu mencolok. Pada Camry baru, permukaan lampu depan lebih luas dan bentuknya berbeda dengan versi sebelumnya. Sedangkan bumper dan rumah lampu kabut, benar-benar baru. Di samping itu, desain roda juga sedikit berbeda.

Di belakang, perubahan berarti dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah lampu kombinasi Kendati bentuknya masih sama dengan versi lama, posisi lampu putih atau lampu mundur, pindah ke bawah. Di samping itu, juga ada tambahan dua lampu kecil merah pada bumper.

Khusus untuk tipe 3.5 Q, bagian belakangnya berbeda dengan 2,4. Pada versi 3.5 Q digunakan dua lubang knalpot, sedangkan 2,4 hanya satu. Dengan ini, penampilanan Camry 3.5 Q lebih dinamis dan bergaya sporti dibandingkan versi 2,4.

Beda Ban. TAM memasarkan New Camry dalam tiga varian. Pertama dibedakan berdasarkan mesinnya. Versi standar, menggunakan mesin 2,4 liter. Sedangkan yang paling mahal, bermesin 3,5 liter yang. Versi 2,4 juga terdiri dari dua varian, yaitu 2400G dan 2400V. Sayang, detil perbedaan kedua varian terakhir tidak dijelaskan TAM. Perbedaan secara fisik, hanya ukuran ban yang digunakan. Jika 3,5 Q dan 2,4V menggunakan ban 215/55-R17, 2,4G ban dan rodanya 215/60-14.

Menurut TAM, dari varian tersebut yang paling laris manis adalah Camry 2,4 liter. “Kita tidak mengira permintaan konsumen Indonesia terhadap Camry 2,4 liter sangat tinggi. Malah kita terlambat mengimpornya,” jelas Johnny Darmawan, Presdir PT TAM.

Jok Pijit. Interior tidak banyak perubahan. Kendati demikian ada fitur baru, yaitu meter kombinasinasi atau panel instrumen dengan tri color optitron. Khusus untuk 3.5Q kedua jok belakangnya bisa memijat (hanya untuk badan).

“Ini kelebihan baru Camry. Lexus hanya dilengkapi satu jok yang bisa memijit, namun mulai dari kepala sampai badan,” beber Johnny Daremawan. Juga tambahan kantung pengaman samping dan VSC (vehicle stability control) dan sunroof untuk 3.5 Q,”

Semua varian Camry dilengkapi dengan jack audio untuk iPod yang berada di konsol boks. Juga ada kontrol untuk audio, AC dan jok yang dipasang di tengah jok belakang. Versi 3.5Q, kedua sandaran joknya malah dapat disetel kemiringannya. Sedangkan jok yang bisa memijit hanya untuk tipe 3.5Q

Tambahan lainnya adalah penerangan interior dengan menggunakan lampu LED. Seperti mobil kelas atas lainnya, Camry juga dipoles dengan lapisan panel bernuasa kayu (wood panel) pada berapa bagian, antara bagian atas setir dan tempat tongkat transmisi, door trim, bagian tengah dashboard kiri dan list panel tombol kontrol belakang.

Visitor Number :