Apr 25, 2009

Tips Hemat Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan

Setiap tahun lebih dari 400,000 ribu mobil dengan berbagai merek di jual di Indonesia, belum termasuk sekitar 5 juta sepeda motor. Bayangkan berapa banyak bahan bakar yang dibutuhkan dan menghasilkan gas CO2, salah satu pemicu efek rumah kaca.

Memperingati Hari Bumi 22 April, Toyota yang memproduksi mobil-mobil hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, membagi tips kepada para pengendara agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

Inilah Tipsnya:

1. Hindari akselerasi cepat. Semakin cepat akselerasi, lebih banyak bahan bakar yang dipakai. Akselerasi sedang-sedangnya saja dan secukupnya, menghemat bahan bakar dan ujungnya menghemat uang.

2. Hilangkan kebiasaan menginjak pedal rem jika tidak perlu. Bila ingin menurunkan kecepatan, cukup lepaskan pedal gas dan biarkan mobil meluncur.

3. Berkendara dalam kecepatan stabil dan dibawah batas maksimal kecepatan yang di ijinkan di area itu. Konsumsi bahan bakar akan meningkat dratis saat mobil bergerak diatas 100km/jam.

4. Mobil selalu dirawat dan periksa tekanan angin ban secara berkala. Mobil akan beroperasi dengan efisiensi maksimum jika kondisinya bagus.

5. Kurangi bawaan yang tidak perlu.

6. Rencanakan rute dan waktu perjalanan. Hindari kawasan padat. Jika memungkinkan untuk jarak-jarak pendek yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, parkir saja mobil anda.

Apr 20, 2009

Perbandingan Konsumsi Bensin Kijang Innova Vs Kapsul

Salah satu isu yang paling ramai dibicarakan atau dijadikan ajang perdebatan antara masyarakat pemakai Kijang Innova dan juga pihak lain adalah konsumsi bahan bakar. Ada rumor, Innova dianggap boros. Sayangnya, rumor boros itu tanpa pembanding. Seharusnya, untuk menyatakan sebuah mobil boros, tentu saja harus ada pembandingnya.

Di samping itu, perbandingan harus sama. Istilahnya, apple to apple. Tepatnya, MPV harus dengan MPV dan bukan dengan sedan. Begitu pula dimensi dan beratnya.
Karena itulah, membandingkan konsumsi Kijang Innova bensin, ya... harus dengan Kijang Kapsul
Berbagai media telah melakukan tes perbandingan konsumsi bahan bakar antara Kijang Innova versus Kapsul. Dari tabloid Otomotif yang juga mengetes Premium dan Pertamax adalah sebagai berikut.

Selanjutnya majalah MobilMotor juga melakukan tes perbandingan, yaitu luar kota dan dalam kota. Hasil bisa dilihat berikut ini.



Apr 16, 2009

ONE GROOVY DAY


PT Toyota Astra Motor (TAM) hari ini, Kamis (16/4) menggelar acara One Groovy Day memperkenalkan Toyota Yaris minor change sekaligus mengajak jurnalis otomotif menikmati gaya hidup perkotaan.


"Kami ingin para jurnalis merasakan Yaris lebih seksama dan juga merasakan gaya hidup anak muda karena segmen Yaris memang untuk anak muda," ujar Direktur Marketing TAM, Joko Trisanyoto. One groovy day diikuti sekitar 40 jurnalis dari berbagai media masa.

Acara ini juga diisi slalom Yaris oleh Toyota Team Indonesia (TTI). Rute One groovy day dimulai dari Parkir Timur Senayan, berputar ke beberapa tempat di Jakarta dan kembali lagi ke Parkir Timur Senayan. [O1]

Apr 3, 2009

IIMS 2009 Pindah ke Kemayoran


IIMS 2009 Pindah ke Kemayoran

Penyelenggara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS 2009 tetap dilaksanakan di tengah resesi ekonomi dunia. Dalam konferensi pers, Selasa (24/3) siang, di Jakarta, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memindahkan lokasi ke Jakarta International Expo Kemayoran.

Data terbaru dipaparkan penyelenggara menunjukkan jumlah peserta pameran tidak berkurang, namun ada perubahan komposisi. Tahun 2008 jumlah peserta pameran adalah 23 produsen, 21 produsen mobil penumpang, dua produsen mobil niaga.



Tahun ini produsen mobil penumpang yang ikut serta turun menjadi 19, namun produsen mobil niaga (antara lain truk dan bus) bertambah menjadi empat. Walaupun penyelenggara mengatakan pendekatan masih terus dilakukan untuk menambah jumlah peserta. Selain itu beberapa produsen motor utama juga diajak berpartisipasi.


Pameran itu akan dilaksanakan 24 Juli – 2 Agustus mendatang di arena pameran baru yaitu Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta Pusat (arena Pekan Raya Jakarta). Penyelenggara mengatakan alasan pemindahan itu adalah, arena yang selama ini digunakan yaitu Jakarta Convention Center di Senayan kapasitas lokasi itu tidak lagi mencukupi.

Namun dalam jumpa pers itu kemudian terungkap bahwa harga sewa lokasi per stand turun antara 30-40 persen dibanding harga sewa di Senayan.


Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia yang mewakili industri kendaraan roda empat bersama ketua penyelenggara tahun ini menyatakan pameran itu adalah salah satu upaya untuk menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia tetap bergerak.

Bambang Trisulo dari asosiasi industri mobil mengatakan, “Dalam kondisi ekonomi makro kita yang sedang berjuang pameran ini diadakan untuk menunjukkan bahwa industri otomotif masih menggeliat.”


Ketua penyelenggara tahun ini sekaligus Presiden Direktur Toyota Astra Motor Johnny Darmawan menambahkan bahwa pameran itu juga untuk mengingatkan bahwa bahwa industri otomotif adalah bagian penting dalam perekonomian nasional karena menjadi penyumbang pajak terbesar ke empat dalam anggaran negara tahun lalu dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.



Penyelenggara menyatakan jumpa pers hari ini adalah yang pertama dan akan diikuti oleh jumpa pers berikutnya untuk mempromosikan kepada publik lokal maupun internasional bahwa pameran otomoitif Indonesia tetap berjalan di tengah resesi global.

Apr 1, 2009

Konsumsi BBM INNOVA Justru Lebih Irit

Walau Tubuh Besar, Konsumsi BBM Justru Lebih Irit


Konsumsi bahan bakar tidak melulu ditentukan oleh kapasitas mesin. Tidak ada hukum, makin besar kapasitas mesin, makin boros konsumsi bahan bakarnya. Dengan perkembangan teknologi, asumsi tersebut dipatahkan.

Contohnya, Kijang Innova bensin sebagai mobil keluarga yang paling populer di Indonesia. Kendati kapasitas mesinnya 2.000 cc, lebih besar dibandingkan Kijang Kapsul, 1.800 cc, Innova justru lebih irit. Padahal dari segi dimensi, Innova juga lebih besar.

Lho, kok bisa demikian?

Lebih Aerodinamis
Dua faktor utama, bodi Innova lebih aerodinamis dibandingkan dengan Kapsul. Bagian depan Innova lebih landai atau istilah kerennya, streamline, dibandingkan Kapsul. Di samping itu, permukaan bodinya juga lebih rata dan mulus.

Dengan demikian, ketika kendaraan melaju, hambatan angin jadi lebih rendah. Tenaga yang diperlukan untuk bergerak tidak terlalu besar. Alhasil, jumlah bahan bakar yang diperlukan untuk menggerakkan kendaraan bisa dikurang. Istilah lainnya, konsumsi bahan bakar jadi lebih irit.

Mesin Canggih
Faktor kedua adalah cara kerja atau teknologi mesin plus komponen pemindah daya seperti transmisi. Untuk memasok bahan bakar ke dalam mesin, Innova menggunakan sistem injeksi, sedangkan Kapsul karburator.

Hebatnya lagi, kerja mesin dikontrol oleh komputer. Dengan cara ini, kebutuhan mesin akan bahan bakar diatur sesuai dengan beban kerjanya. Saat lambat atau muatan ringan, jumlah bahan bakar yang dipasok sedikit. Sebaliknya, pada kecepatan tinggi, jumlah bahan bakar yang dipasok lebih banyak.

Bahan bakar dipasok dengan cara menyemprotkannya ke ruang pada katup mesin. Di sini bahan bakar atau bensin dicampur bersama udara yang dihisap oleh mesin. Di dalam mesin, udara dan bensin terus bercampur lebih 'akrab' lagi. Setelah itu, dimampatkan (kompresi), dibakar dengan menyulutnya melalui percikan bunga api yang dihasilkan oleh busi. Kemudian, terjadi ledakan yang mendorong piston dan menggerakan mesin dan selanjutnya dipindahkan ke transmisi dan roda.

Keunggulan sistem injeksi, bensin dipasok ke mesin dengan takaran yang telah ditentukan berdasarkan berbagai kondisi di sekitar mesin. Termasuk banyaknya massa udara yang dihisap mesin, suhu mesin dan berbagai parameternya.
Adapun pada mesin yang masih menggunakan karburator, bensin diisap berdasarkan bukaan katup gas yang dioperasikan melalui pedal gas. Komposisi campuran bisa saja tidak pas dan sulit diatur sesuai dengan kondisi kerja mesin.

Teknologi lainnya pada mesin Innova adalah Variable Valve Timing-Intelligent (VVT-i). Dengan teknologi ini, campuran bensin dan udara yang masuk ke mesin disesuaikan dengan kondisi kerja putaran dan beban mesin.

VVT-i memungkinkan mesin menyedot jumlah campuran udara dan bensin dengan mengatur waktu buka dan tutup katup isap secara optimal dengan memanfaatkan komputer. Udara mengalir ke dalam mesin secara efisien.

Drive by Wire
Bukan hanya itu, menurut Achmad Rizal, Marcomm Manager PT TAM, yang sebelumnya adalah merintis Kijang injeksi, pengembangan teknologi mesin Innova sangat banyak dibandingkan versi sebelumnya.

Dijelaskan, Innova 2007 harus memenuhi standar emisi Euro2. Hal tersebut harus dilakukan karena Kijang Innova juga diekspor dan mengikuti standar emisi internasional.

Sebagai contoh, untuk mengatur putaran mesin atau kerja mesin tidak lagi menggunakan kabel konvensional yang menghubungkan pedal gas dengan throttle body atau katup gas. “Innova sudah menggunakan drive by wire. Di samping itu, satu busi untuk satu silinder. Kemampuan kerjanya jauh lebih efisien. Inilah membuat Kijang Innova jadi lebih irit,” jelasnya.

Bahkan, untuk mengikuti standar Euro2, Innova juga dilengkapi dengan oksigen sensor plus katalis (catalytic converter) untuk mengurangi emisi gas buang. Hasilnya, selain lebih irit, mesin Kijang Innova bensin juga makin ramah terhadap lingkungan.

Masalahnya, menurut insinyur mesin lulusan ITB ini, kekeliruan yang dilakukan pengemudi Kijang adalah kurang memahami cara mengoperasikan pedal dengan sistem drive by wire ini. “Pada tahap awal pedal gas ditekan, reaksi mesin memang lebih lambat dibandingkan yang menggunakan kabel. Namun, begitu sudah bekerja, jadi cepat. Nah, karena agak lambat di awal itu, pengemudi sering menekan ulang pedal gas. Akibatnya, tentu saja pemakaian bahan bakar jadi boros,” terangnya.
Visitor Number :